Categories

Selasa, 01 Mei 2012

puisi ibu






























TERIMA-KASIH .. IBU


IBU ... rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang Namun .. apa yang terlihat Semua itu tak pernah engkau rasakan Semua itu tak pernah engkau pedulikan Aku paham, semua itu demi anakmu Sepanjang jalan engkau mengais rejeki Sepanjang waktu kamu berhitungBerapa laba kau dapat hari ini Tuk membayar semua letihmu Engkau tak lagi dapat membedakan Mana siang, mana malam Semangat mengalahkan gemetar kakimuDan segala rasa lelahmu Ini semua ... untuk siapa? Hanya untuk anakmu Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat Mencapai setumpuk asa IBU ... sampai kapanpun, Anakmu tak kan pernah lupa atas semua jasa, do'a dan derita Keringat yang engkau cucurkan IBU ... engkau sudah terlalu besar, berkorban Hanya surga yang cepat membayar tulusmu Hanya Tuhan yang pantas menjagamu Dunia dan akherat ... IBU ... Anakmu kan selalu merindumu Do'a di setiap hembus nafas iniTerima kasih ... IBU, untuk semua ikhlasmu By: Wong alasan ENGKAULAH SurgakuHari ini aku bertanya Untuk diriku sendiri Sederhana, tapi tak sesederhana itu untuk menjawabnya Butuh waktu Perjuangan Kesungguhan Entah ... apa lagi Tanya yang harus ku jawab dengan, benar .. pasti Hingga ku yakin Itu ... pasti benar Tuhan .. Engkau bilang Surga ditelapak kaki ibu Makna yang terbalut bahasa yang sulit ku terjemahkan Biarkan ku coba mencari Mulai hari ini .. dan seterusnya. Hingga kuberhenti Kudapati semua jawab Ibu ... Ijinkan aku menemukan Surgamu Yang masih rapat ... tersimpan Diantara rimbun belantara hidup Ibu ... Kumohon petuahmuApa kan kubuat Untuk bahagiamu Ibu ... Tunjukkanlah Arah mana kan ku tuju Timur, selatan, barat atau utara Tuk kudapat ungkap semua-jawab By: Wong Alasan BUNDABunda ... Bunda ... Usiamu kini tak lagi muda Tapi aku jua belum bisa apa-apa Bunda ... Bunda ... Kakimu tak sekuat dulu Menopang tubuh dan juga aku dikala mengandungku Bunda ... Bunda ... Tak ada yang berubah dari kasih dan sayangmuMeski mataku terbelalak namun tak sesadar itu Bunda ... Bunda ... Lidahmu penawar segala sakitku Dan tamparmu penyadar hidayahku Bunda ... Bunda ... Tak ada yang cocok sebuah kata kias Karna hanya'' BUNDA'' itu jua yang pas Karya: Adhi Jaka Wahana Puisi sahabat , Puisi religius , Puisi galau , Puisi cinta , puisi perjuanganSelanjutnya info seputar gadget

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Popular Posts

Blogroll

Welcome to Black splat

.

Blogger news

About

Pages

About

Total Tayangan Halaman

Followers